Namun, Taat Pribadi tak bersedia menyebutkan siapa gurunya itu. Ia hanya menceritakan sudah belajar ke gurunya itu sejak tahun 2000. Dengan bimbingan gurunya itu, ia mengaku telah melakukan ritual puasa kurang lebih 41 hari dan melakukan puasa putih. Terakhir, ia puasa tidak berbicara secara bertahap. Tahap pertama yakni 7 hari, meningkat 21 hari dan terakhir selama 41 hari.. "Guru saya bilang kalau saya sudah pantas memakai nama Dimas Kanjeng,"
Pengakuan taat pribadi kepada media.
Setelah pengakuan pertama sampai dengan pengakuan dalam acara-acara selalu berubah-rubah, karna menjadi sorotan masyarakat taat pribadi mengaku dapat uang dari bisnis mobil mewah, batu bara, dan berian. Padahal profesi ini baru tidak jelas dimata masyarakat dan anak buahnya, tersering di gembar-gemborkan taat pribadi bisa mendatangkan uang dari alam ghaib dan benda-benda yang lain, seperti berlian, emas, jam rolex dll. Banyak yang mengetes berlian dan emas yang diberikan kepada anggotanya, ternyata setelah di TEST semua palsu, setelah anggotanya Tanya ke taat pribadi hanya bilang bukan waktunya dijual karna prosesnya belum selesai. Sudah bertahun-tahun, janji demi janji yang di sampaikan ternyata sampai detik ini belum terbukti keberadaan UANG AMANAH itu. Anehnya sampai saat ini korban belum ada yang berani melapor, inilah sulitnya mengunggkap penipuan yang dijalankan taat pribadi sampai sekarang anggotanya sudah sampai 25 ribu anggota dengan setoran di atas seratus juta dan ada yang setor 1Milyar lebih. Setiap ada santuna untuk anak yatim dan fakir miskin taat pribadi selalu minta iuran dari anggota dari yang paling kecil 300ribu sampai tidak terbatas, dengan janji semakin banyak setoran semakin banyak uang yang akan di dapat. Untuk menunjukan agar anggotanya yakin taat pribadi sering berpragaan mengambil uang dari belakang badannya dengan ghaib. Pengakuannya sampai saat ini uang yang diangkat sudah mencapai 2 bilyun atau melebihi hutang Negara kita. Yang menjadi pertanyaan kenapa Aparat, BPK dan dll diam saja? Padahal korban sudah banyak
http://www.melintasiberita.info

Tidak ada komentar:
Posting Komentar